Beri Vitamin pada Anak? Jangan Sembarangan, Ini Tipsnya

Advertisement
Kekurangan vitamin bagi anak tentunya berbahaya. Kadang, nutrisi dari makanan masih dirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan si anak. Hasilnya, orang tua juga kadang memberikan anak-anaknya vitamin tambahan atau suplemen. Tapi, untuk memberikan vitamin anak, jangan berlebihan yah, bisa bahaya.


Sejak tahun 2009 silam, Archives of Pediatric & Adolescent Medicine mengungkapkan bahwa anak-anak di Amerika Serikat mendapatkan asupan vitamin yang terlalu banyak dalam satu hari. Selain itu, bila anak Anda masih berumur sekitar 1 tahun, sebaiknya jangan dulu diberikan vitamin anak, yah. Apalagi, bila anak Anda sehat-sehat saja.

Ada beberapa faktor yang menentukan apakah anak tersebut membutuhkan vitamin anak atau tidak. Misalnya, bila anak ini ternyata sangat suka makan sayur dan buah yang mengandung jenis vitamin tertentu, maka untuk memenuhi vitamin si anak, Anda bisa memberikan vitamin anak yang lain, selain vitamin yang sudah tercukupi oleh makanannya.

Bila anak kelebihan vitamin, apa yang akan terjadi?
Itulah yang harus menjadi bahan pertimbangan bagi orang tua. Kelebihan vitamin anak menjadikan banyak masalah serius lainnya. Apalagi, bila anak tersebut masih berusia sekitar 2 sampai 4 tahun, namun sudah kelebihan vitamin.

Hal itu bahkan bisa berpengaruh buruk pada ginjal, dan organ tubuh lainnya. Jadi, orang tua harus lebih teliti dan bijaksana melihat kondisi tubuh anak Anda. Apabila pertumbuhan anak Anda terlihat lebih cepat, atau anak Anda juga lebih lincah, maka vitamin anak dibutuhkan. Itu juga memperhatikan makanan dan nutrisi yang masuk ke tubuh anak setiap harinya.

Ingat, jangan sampai berlebihan vitamin untuk anak. Vitamin dibutuhkan sebagai katalisator, yang menjadikan zat-zat yang akhirnya dibutuhkan tubuh, baik untuk bertumbuh, maupun untuk beraktifitas sehari-hari. Anak adalah masa yang aktif, penuh dengan bermain, ditambah lagi dengan tubuhnya yang sedang dalam masa pertumbuhan. Jadi, bisa jadi bahwa vitamin yang dibutuhkan seorang anak, lebih besar daripada orang dewasa.

Asalkan, harus dipantau benar. Seperti vitamin D misalnya, yang sudah didapatkan dari luar tubuh, yakni matahari pagi. Tentunya, vitamin anak khusus vitamin D kurang dibutuhkan. Begitu juga vitamin lainnya.

Vitamin anak terbaik
Untuk memilih vitamin anak, juga usahakan berasal dari produk terbaik, sudah jelas izinnya, standar nasional Indonesia (SNI) juga terbukti klinis. Tidak memiliki dosis yang terlalu tinggi, serta aman dikonsumsi. Penambahan vitamin anak atau suplemen ini bisa saja dilakukan untuk memastikan pertumbuhan anak tetap sehat dan tidak terganggu. Tapi, jangan terlalu khawatir berlebih, sampai anak dicekoki vitamin terus menerus.

Misalnya anak yang kurus, belum tentu karena kurang vitamin. Jadi, jangan langsung cekoki vitamin saja. Bisa jadi karena anak Anda tinggi, sehingga tubuhnya lebih ideal ketika kurus. Juga jangan sampai berpendapat bahwa anak yang gendut tidak butuh vitamin. Itulah Anda perlu lebih teliti dan waspada, siapa tahu anak Anda yang gemuk itulah yang justru butuh vitamin.

Kurang nafsu makan juga tidak melulu bermasalah pada vitamin. Periksa dulu, siapa tahu anak Anda kurang nafsu makan karena ada gangguan pada tenggorokan, panas dalam, sariawan dan lain-lain. Itupun kalau ingin diberi vitamin, tentu vitamin C untuk mengobati penyakitnya tersebut. Tapi, karena bersifat asam, vitamin C juga kurang tepat untuk dikonsumsi ketika anak Anda belum makan, dan lambung kosong.

Jadi, lebih bijaksana lagi dalam menggunakan atau memberikan vitamin anak, yah. Vitamin anak memang penting, asalkan sesuai dosis dan kadarnya.
Advertisement
Beri Vitamin pada Anak? Jangan Sembarangan, Ini Tipsnya | Muhammad Maulana | 5