Cerpen Sedih Kiriman Sangat Mengharukan Pembacanya

Advertisement
Selamat siang teman teman semua disini ada kabar bahagia rajakata.net aktif kembali dengan artikel update terbaru dan juga kami akan memberikan solusi buat kalian semua yang ingin menyalurkan bakat kalian suka menulis cerpen, pantun, puisi dan hasil karya lainnya silahkan saja kalian kirim nanti kami akan pos karya kalian asalkan itu betul hasil tulisan kalian dan dibawah inilah contoh kirimannya.

Pengirim
Name Aken Ruing
Email yoakimruing@gmail.com

“SERAUT WAJAH MAMA”
Wajah yang selalu dirimur risiyur
legam tersengat terik mata hari
keperkasaan nyata menggoda terbaca dari garis-garis didagu.
Waktu telah menggilas semuanya dia tinggal punya jiwa
pengorbananan yang kesia-sian.......
Sebulan sudah lagu ini kudengarkan; ketika aku masih liburan dirumah, di kampung kelahiranku. Lagu yang disenandungkan oleh Ebiet G Ade kembali ku dengar. Suara vokalisnya yang khas dan syairnya yang menggugah membawa anganku terbang pada peristiwa sebulan yang lalu. Aku ingin memeluk dirinya, namun aku tak bisa. Hanya ada secercah harapan yang kuberikan padanya, sehingga aku kuat dalam menghadapi kerasnya gelombang kehidupan ini.
Senja berkelebat di telan malam. Angin bertiup membelai wajah mama. Dirumah yang berdinding bambu dan beratap rumput alang-alang yang dihiasi lampu pelita yang suram cahanya, mama duduk seorang diri. Umurnya kira-kira 45 tahun. Rambutnya teruai panjang. Dalam pangkuan mama tergolek bayi mungil yang lucu; seorang bayi laki-laki yang tidur dengan damai dalam dekapan kasih cintanya.
*****
Kini, 21 tahun sudah umurku, tepatnya tanggal 26 Juli 2017 malam ini. Malam ini, aku kembali membanyangkan wajah mama yang jauh disana. Mungkin juga kulitnya semakin menghitam dan mengkeriput ditelan usia. Mungkin juga kulitnya semakin menghitam terbakar cahanya matahari. Mungkin juga rambutnya mulai berlahan-lahan rambutnya mulai gugur satu persatu atau............, aku hanya membanyangkan kemungkinan-kemungknan dengan litani panjang kemungkinan. Namun bagiku, di balik wajahnya yang mulai keriput itu, terpancar kecantikan yang luar biasa yang pernah dimiliki oleh mamaku. Buktinya bapa jatuh cinta dengannya.
Malam ini, aku kembali kemasa laluku. Masa yang indah dan penuh dengan kenangan bersama mama. Mama dengan setia memelihara aku selama sembilan sepuluh hari dalam kandunganya. Ia selalu setia membimbing aku dalam setiap derap langkah hidupku dengan seluruh dirinya; ia memberikan seluruh waktu dan dirinya bagiku. Dari setiap tetes air susu yang keluar dari buah dadanya telah membuat aku menjadi seorang manusia. Itulah bukti cinta mama padaku, yang tak mampu aku balas.
Cinta tetap selamanya. Cintanya tidak berakhir . Aku mulai beranjak remaja bahkan dewasa, ia tetap mencitai aku. Dalam setiap senyumnya, aku aku dapat merasakan begitu besar cintanya bagiku. Kini, walaupun wajahnya mulai keriput namun senyuman manis masih menghiasi bibirnya. Sebuah senyuman yang indah. Senyuman yang membuat hatiku damai dan tentram dalam dekapannya.
Dekapan itu sudah lama menghilang dalam hidupku. Empat tahun sudah aku tak merasakan dekapan itu. Empat tahun sudah aku tidak tidur disamping mama, tertawa dan berceritabersama dia. Empat tahun sudah aku berada di tanah orang. Aku melalang buana bersama cinta sejatiku. Walau kini aku bahagia hidup bersama cinta sejatiku, tetapi kerinduan untuk bertemu mama, wanita pertama yang ku cintai, yang mengisi hari-hari hidupku degan lembaran-lembaran cinta, sunggu amat besar. Aku sedih memikirkan mamaku. Aku juga merasakan kesedihan hatinya saat ini. Ia pasti sangat merindukan kehadiranku disisinya, walau hanya sedetik , namun semua itu sia-sia. Aku tak bisa hadir saat ini. Aku terikat oleh aturan. Aku ingin berontak , tapi tak bisa. Memang inilah konsekuensi dari pilihan hidupku untuk melepas mama dan mencintai sang kekasih jiwaku. ’’Sesunggunya, setiap orang yang karena kerajaan Allah, meninggalkan rumahnya isterinya atau saudaranya, orangtuanya atau anak-anaknya akan menerima kembali berlipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.’’
Sabda inilah yang mendorong aku untuk pergi memanggapi undangan cinta-Nya. Aku menyadari bahwa mama membutukan aku, namun aku juga menyadari bahwa dunia lebih membutukan aku. Maka aku harus memilih satu dan mengorbankan yang lain. Aku harus memilih satu dan merelakan yang lain. Aku tahu, bahwa mama dengan rela melepaskan aku. Namun aku bisa merasakan kesedihan dan kerinduannya saat ini. Memang berat konsekuensi dari suatu keputusan. Tapi mau apa lagi. Mau maju atau mundur. Aku harus belajar untuk tetap setia karena Dia yang lebih dahulu setia kepadaku. aku harus belajar untuk mencinta sebab Dia yang lebih dahulu mencintai aku.
Advertisement
Cerpen Sedih Kiriman Sangat Mengharukan Pembacanya | Muhammad Maulana | 5