Cerpen Cinta Romantis Bercampurkan Sedih

Advertisement
Cerpen Cinta Dalam Hati Bertepuk Sebelah Tangan - Cerpen Cinta Sedih merupakan salah satu yang dapat di ambil pelajarannya dalam suatu  perjalanan nasib yang kadang dapat kami lupakan sejenak tetapi itu tidak dapat dilupakan sebab ini menyangkut yang namanya hati. Disaat terpuruk dalam suatu  di dalam lubuk hati yang terdalam dapat membikin kami menjadi drop.

Di dalam suatu  cerpen cinta sedih saya bakal memberikannya dibawah ini supaya kalian tau alangkah berharganya orang yang menghargai kalian serta memperjuangkan kalian untuk Puisi guru membikin kami menjadi lebih baik lagi tetapi kami terkadang melupakan oraang itu bahkan mengejar orang yang tidak mencintai kita.

Cerpen Cinta

cerpen cinta

Sedih, bahagia, bahagia tentu telah dijalani biar orang itu terkesan senyum senyum saja padahal dalam nasib orang itu tidak mungkin bahagia saja tentu ada sedihnya tetapi tergantung kami saja mengambil pelajaran itu serta membikin kami bangkit kembali untuk menuju kebahagiaan semacam cerpen cinta islami dbiawah ini.

Cerpen Cinta Kiriman
Ada Cinta diruang OSIS

Shila, sang ketua osis. Yah, namanya Shila. Tetapi ia lebih akrab dengan panggilannya, si maskot. Panggilan itu berawal saat ia telah memegang jabatan ketua osis SMAN 1. Dia partnerku di organisasi siswa intra sekolah. Kalau dia ketua, aku sekretarisnya. Sekretaris osis, hahaha. Betapa bangganya aku menjadi seorang sekretaris osis. Menjabat sebagai sekretaris, ada madu dan asemnya loh. Biasanya saat sedang rapat, aku bagian catat mencatat hasil rapat dari awal si maskot memulai sampai menutup rapat osis. Capek guys, serasa gimana gitu nih tangan. Pegel-pegel, pingin dipijit nih. Readers mau pijit tangan aku, nggak? Ntar, aku kenalin sama si maskot deh. Dijamin langsung muntah. Haha, enggak kali guys. Bercanda kali, hehe.
Wah, tak terasa nih sudah mau PHBN. Bakal seru nih.. Ye, aku jadi kakak osis. Bakal banyak fans nih, uhuy.. Nggak kebayang bakal jadi seramai apa nantinya. Heeem. Eh eh, tapi bakal ada rapat osis nih. Its ok no problem, thats my job.
“Bihan! Bihan! terdengar suara Ibu memanggil dari lantai bawah. Iya Ibu jawabku lantang. Ayo makan dulu! pinta Ibu. Iya Ibu jawabku hendak turun tangga ke lantai bawah.
Wah, nasi goreng! betapa senangnya aku saat mengetahui bahwa Ibu memasakkanku makanan kesukaanku. Heem, enak dengan ekspresi yang tak dapat ditebak lagi aku memakan sesuap nasi goreng buatan tangan ajaib Ibu. Ayah mana, Bu? aku bertanya kepada beliau mengenai Ayah. Sudah berangkat kerja sejak jam 5 pagi tadi jawabnya tanpa ragu. Suap demi suap ku nikmati dan akhirnya habis. Aku mengambil segelas susu yang terletak di depanku. Aku meminumnya hingga tetes terakhir. Heem, Bihan berangkat dulu ya Ibu sambil meletakkan gelas kosong bekas susu. Aku mencium tangannya dengan penuh cinta. Hati-hati Bihan! ucapnya. Iya bu.. Assalamualaikum aku menutup pintu rumah dan perlahan ku mantapkan melangkah pergi meninggalkan rumah yang penuh dengan memori. Waalaikum salam jawabnya.
Di sekolah. Tepat saat istirahat pertama, aku dan Dino bersiap menuju ruang osis. Ayo Han! Dino menghampiriku yang sedang membereskan buku. Ayo aku dan Dino menuju ruang osis yang letaknya tak jauh dari kelas kita berdua.
Sesampainya di ruang osis, kami bersiap untuk membersihkan ruangan tersebut. Yah, setiap hari Rabu, aku, Dino, si Culun Diki dan Andri melaksanakan tugas piket harian yang telah dirancang dan disetujui oleh semua pihak pengurus osis SMAN Satu. Nampak dari luar pintu ruangan itu tertutup rapat. Di antara petugas piket hari Rabu, hanya Andri yang memegang kunci ruang osis ini.
Kok masih sepi ya? tanya Dino kepadaku. Aku mengangkat bahuku seraya tak tau. Mungkin kita terlalu pagi untuk memulai piket di sini jawabku sedikit ragu. Kayaknya nggak mungkin deh, kita nunggu di sini sampai lumutan aku mencoba mengajak Dino berbicara. Gimana kalau kita ke kelasnya Andri?? Tanyaku pada Dino. Ia mengangguk, kami pun menuju kelas dimana Andri menimba ilmu.

Sesampainya disana. Lika menuju pintu kelasnya. Ia hendak membuang bungkus plastik yang masih ia genggam. Eh, ada si cantik nih Sapa Kami kepadanya. Sebentar ya, aku mau buang ini dulu sambil menunjukkan bungkus plastik bekas jajan itu kepada kami. Ada apa ya? tanya Lika penasaran. Tolong panggilkan Andri ya! pinta Dino. Bentar ya Lika membalikkan badannya mencari dimana si Andri berada. Rin, Andri mana? Karena tidak ketemu, ia pun bertanya pada seorang temannya. Dia kan sedang sakit jawab seorang teman itu. Kami terkejut mendengarnya. Andri sakit kata Lika kepada kami. Ya udah, makasih ya kataku lalu meninggalkan ruang kelas itu.
Di ruang osis. Akhirnya selesai juga ucap Lika sambil menyandarkan badannya di tembok. Haaah Lika menghembuskan napas lega. Oh iya, aku dan Dino kembali ke kelas dulu ya. Setelah ini pelajaran Bu Anggi nih. Bisa gawat kalau telat masuk kelas ucapku penuh semangat. Aku titip kunci osis ini ya. Kamu yang kembalikan ke Shila, ok? ucapku kepada Yuda sambil menyerahkan kunci mungil itu.
Keesokan harinya.
Anak-anak, tugasnya diselesaikan di rumah ya. Besok dikumpulkan kata Bu Han yang beranjak dari tempat duduk guru pergi meninggalkan kelas. Aduh, habis istirahat pelajarannya Pak Jik lagi, gimana nih? Aku kurang 10 nomor lagi nih prnya aku bingung harus bagaimana. Sungguh bingung. Aku mencari contekan kesana kemari. Kurang 5 nomor lagi aku sedikit lega.
Kepada seluruh pengurus osis harap segera berkumpul di ruang sekretariat osis sekarang juga. Sekali lagi kepada seluruh pengurus osis harap segera berkumpul di ruang sekretariat osis sekarang juga. Terima kasih tiba-tiba terdengar pengumuman yang tertuju padaku. Si maskot mengumumkan bahwa rapat osis berlangsung detik itu juga.
Sesampainya disana
Mampus, udah dimulai. Gimana nih? gumamku. Aku memberanikan diri untuk masuk. Tepat sekali, seperti apa yang ku duga. Ketua osis itu pasti akan meamarahiku. Maaf.., aku.. belum selesai aku menjelaskan kenapa aku telat, ketua osis itu menyuruhku duduk. Huuh.. untung nggak kena marah si macan kelaparan itu. Setelah sekian lama, usailah sudah pembicaraan mengenai PHBN yang dipanitiai oleh ocis. Eh salah, osis maksudnya.
Aku ke kelas dulu ya guys, daah ucapku sambil melambaikan tangan ke arah beberapa pengurus osis yang tersisa.. Saat aku melangkahkan kaki tiba-tiba Bihan! terdengar seseorang memanggilku, aku pun memalingkan badan dan menoleh ke arah suara itu berasal Yah, dia lagi gumamku saat aku mengetahui yang memanggilku ternyata Shila. Nanti jangan lupa laporannya kamu ketik ya, lalu kamu kirim lewat email! pintanya. Siap bos jawabku lantang menghormatinya seraya hormat kepada sang merah putih. Dia hanya tersenyum dan perlahan melangkah maju meninggalkanku yang tengah berdiri tepat di tengah-tengah lapangan basket.
Sepulang sekolah, aku membuka laptop kesayanganku. Aku mengerjakan tugas dari si maskot. Tak lama kemudian tugasku pun kelar. Lantas aku mengirimkan laporanku ke email maskot. Akhirnya beres. Haaah, lega rasanya aku melentangkan tubuhku di kasur empuk sambil merentangkan kedua tanganku. Tiba-tiba ponselku berbunyi, rupaya ada pesan masuk dari si maskot. Tertera Laporan diterima, tugas anda terselesaikan waktu aku membaca pesan itu aku sempat berkata Iya dong udah selesai. Bihan gituloh, haha.
Detik berganti menit. Menit berganti jam. Jam berganti waktu. Waktunya berganti hari guys.
Selasa, 22 Agustus.. Aku masih terlelap dengan mimpi indahku. Ibu tak membangunkanku dari tidur karena Ibu tau, hari ini adalah hari Minggu. Jam 6, jam 7, jam 8 pun berlalu. Kuangkat Hpku dengan Tersenyum, , karena hari ini aku akan bertemu shila, ya shila.!! gadis yang selama beberapa bulan ini menjadikan hariku lebih berwarna.
Akhirnya waktu itu tiba, aku menaiki motorku dengan semangat 45, menuju tempat aku dan shila janji untuk bertemu.

Disebuah kedai pinggir jalan saat matahari mulai terbenam dan diiringi cahaya senja yang menemaniku, aku dan shila duduk setelah sebelumnya aku memesankan minum untuk kami berdua. Dengan perasaan dag dig dug derr seperti iklan di televsi, he he he. . aku mengungkapkan isi hati yang selama ini hanya mampu ku pendam tanpa tahu apa yang harus kulakukan .

IYA. . sebuah jawaban yang kutunggu, lebih mendebarkan daripada menunggu undian berhadiah mobil sekalipun. Ya !! shila akhirnya menerimaku menjadi kekasihnya. Menemani hari harinya, mengisi waktu luangnya dengan cerita indah kami berdua. Cerita yang ingin terus ku ukir bersamanya.

Bersambung

Cerpen Cinta Dalam Hati Bertepuk Sebelah Tangan itu mungkin dapat kami ambil pelajarannya mungkin kami wajib bersabar ketika merasakan kemarahan serta kemarahan itulah yang membikin kami hancr dikarenakan kesalahan yang sepele serta buat kalian yang sedang bersedih silahkan luapkan melewati cerpen persahabatan singkat.
Advertisement
Cerpen Cinta Romantis Bercampurkan Sedih | Muhammad Maulana | 5