Cerpen Cinta Pertama dan Memberikan Pelajaran

Advertisement
Cerpen Cinta merupakan perjalanan yang cukup seru adalah happy ending yang paling tidak disukai orang orang itu adalah pada saat orang yang cicintai itu menghianati bagaimana tidak membuat kesal sih kalau udah cinta banget dan ditinggalin gitu aja dan alasannya pun tidak masuk akal dan pada saat orang yang mencintai sedang memperjuangkan cintanya ke jenjang yang lebih sereus malah di khianati.

Pernahkah kamu melihat sinetron atau di flim flim yang mampu membuat kalian terharu pada saat meliatnya sama seperti flim lainnya kalian akan terharu pada saat membaca cerpen cinta segitiga yang berakhir bahagia akan saya berikan dibawah ini. Bedanya dengan flim yang sering klian liat ini membaca dan itu kalian saksikan perjalanannya melalui flim.

Siapa sih yang mau di khianati pastinya tidak ada padahal itu hanya membuat kita makin kuat disaat kita melihat orang yang kita cintai menduakan kita padahal seharusnya bersyukur karena itu kita tau bagaimana rasanya di khianati sama dengan cerpen cinta sedih yang akan saya sajikan dibawah ini langsung saja simak.

Cerpen Cinta

cerpen cinta

Cinta Seperti Menunggu Bus

Tak Ada Salahnya Memberikan Kesempatan Pada Orang Yang Berusaha
Disuatu hari bus mendatangi dan kau bicara, Wah... ini sumpeknya dan panasnya, tak mampu berduduk dengan nyaman nih.. ku menunggu bus berikutny saja

Kemudian, bis berikutnya pun mendatangi. Kau meliatnya dengan mengatakan Aduh bis nya ini kurang bagus ni... dan kok tak cakep begini yah tak mau ah...

Bus selanjutnya mendatangi lagi... col dan kau berminat, namun ia seakan tidak meliat kamu dan melewati kamu dengan gitu aja.

Bus ke empat berhenti di depan kamu. Bus itupun amaat kosong, cukup bagusnya, namun kau bicara, tak ada AC ni... ak bisa kepanasan ni. Maka engkau membiarkannya bus ke 4 itupun pergi...

Waktu teruslah berlalu, kau mulai menyadari bahwa kau ini bisa saja terlambat berpergian kekantor. Pada saat bus ke 5 mendatangi kau udah tak sabar lagi, kau langsung melompati dan memasuki kedalam bus itu. Sesudah beberapa lama kemudian, kau akhirnya menyadari jika kau salah naik bus. Bus itu jurusannya bukanlah yang kau tuju...

Dan kau barulah menyadari telah menyiakan waktu kamu yang sekian lamanya... Moral didalam cerita ini, sangat sering orang menunggu orang yang amat "idealnya" buat menjadikan pasangan di kehidupnya. Padahal tidak ada orangnya yang sempurna dan memenuhi idealnya kita. Dan kau pun sekali - kali tak akan pernah mampu menjadikan sempurna sesuai mau dia.

Tak ada salah kita mempunyai syarat buat calon kita. namun tak ada jua salahnya memberikan kesempatannya pada yang berhentilah di depan mata kita. Tentu dengan jurusan yang sama apa yang kita tujuan. bila nyatanya memang tidak cocok, apa bleh buat memang tidak mampu di paksakan... namun kau masi mampu meneriakan 'Kiri!' dan keluarlah dengan sopannya.

Maka berikanlah apabila engkau berkesempatan kepada orang yang berhenti dihadapan kamu, semuanya tergantung kepada keputusan kamu. Daripada diharuskan berjalan kaki sendiri menuju kekantor. didalam artinya menjalani hidup ini tak ada kehadiran orang yang kita kasihi.

Cerpen ini jua amat ber arti, kalau kau benar - benar menemukan busnya yang kosong, kau sukai dan mampu engkau percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuan kamu, engkau mampu berusaha sebisanya mungkin buat menghentikan bus itu dihadapanmu. Buat ia memberikan sebuah kesempatan kau memasuki kedalamnya. Karna menemukan yang orang itu itu adalah sesuatu keberkahan yang amat berharga dan sangat berarti. untuk diri kamu sendiri, dan untuk dia.

orang seperti apakah yang engkau tunggu?

Cerpen Cinta Pertama dan Memberikan Pelajaran di atas mungkin bisa kalian ambil pelajarannya bahwa menemukan orang yang kalian impikan itu kadang sangat sulit apa susahnya kita menghargai orang yang memperjuangkan kita pada saat kita sedang kesulitan pasti ada dia yang selalu ada untuk kita namun orang yang kamu impikan itu apakah selalu ada untuk kita ? silahkan saja kalian pikir kembali.
Advertisement
Cerpen Cinta Pertama dan Memberikan Pelajaran | Muhammad Maulana | 5