Puisi Sahabatku Sejati Menjadi Cinta

Advertisement
Puisi Sahabat - Tak pernah terpikirkan untuk meninggalkan sahabat kita dan juga tak pernah terpikir apabila kita kehilangan sahabat yang sudah di anggap seperti saudara kandung yang akan membuat kita selalu tersanjung tersanjung dan ketika kita terjatuh pun dialah yang paling pertama mendukung kita untuk terbangkit di dalam keterpurukan namun apakah kita sudah memberbagi untuk sahabat kita yang sudah membuat kita semangat.

Nah disini saya akan memberbagi puisi sahabat singkat yang akan dibahas dibawah ini semoga kamu dapat membuat sahabat termenerus tersenyum tersanjung sahabat kalian. Ketika kita mulai melenceng jalan menuju sukses tentulah sahabat kita juga akan memberbagi jalan yang terbaik untuk kita tak menjerumuskan kita menjadi orang yang buruk dan kamu simak saja puisi sahabat yang akan saya berbagi untuk sobat semuanya.

puisi sahabat

Menguatnya ikatan batin ketika bergaul itu benar adanya seperti awalnya hanya bergaul namun lama kelamaan kita merasa nyaman dengan teman kita disitulah kita memang selalu memerlukan teman kita lama kelamaan menjadi ikatan batin dan orang pun terkadang dapat saja bertanya kepada kita ketika kita berjalan sendiri yang sering berjalan dengan sahabat kita. Puisi sahabat jadi cinta akan saya berbagi dibawah ini.

Puisi Sahabat


Sahabat Tempatku Berteduh
shabat bagaikan tempat aku berteduh
bilanya diri aku terkenakan air mata didalam kesedihan aku,
disitulah diri aku mampu berberikan didalam hidup aku, yang tak pernah ku dapatkan di tempat lainnya
hanyalah sahabatku yang dapat mengertiku dan memahamiku
apakah yang sedang ku alami disaat ini...
tanpa sahabatku...
bagaikan jiwaku yang terlepaskan dari raga aku..
membuatt raga daku tak mampu bergerakan di dalam setiapnya langkahku...
persahabatanku ini akankah abadi...
walaupun di dunia ni tak akan ada yng abadi...

PErsembahan Untuk Sahabatku
diMalam yang sucinya dan sepinya
menarik aku buat keluar dri rumah...
aKu pandangi Langit dimalam...
Ternyata bertaburan Bintangnya yang tak terhitungkan jumlahnya...
Andaikan aku orang Bidadari...
aKan aku bawa diri aku dan sahabat aku buat menarikan di atas situ.
aKu raih suatu  Bintang paling indah,
dan aku persembahkan buat sahabat aku yang slalu menemani aku.

Terimakasih Sahabatku
Maaf...
ku memanglah bukan pendengarnya dan panghayatnya cerita yang baik...
apa lagi memberbagi penjelasan yang rumit dicerita itu...
tpi paling tidak
tidak terlepaskan status aku jadi tempat pembuangan akhir ceritamu itu...
walau pun lbih seringnya, ku teremehkan...
di gunakan disaat di butuhkan saja...
namun tak masalah bagi aku..
trimakasih sahabat - sahabat aku..
kalian masi menganggap aku ada...

Karna Mereka
tersenyumku buat mereka...
tersanjungku demi mereka...
tertawaku buat mereka...
karna merekalah...
disaat bibirku lelah
disaat mataku terpejam
disaat terakhir melihat...
mereka ada...
tidak lamanya nafasku terhenti
disaat aliran darahku menyempit
disaat tak adanya lagi senyuman
mreka ada...
aku berada
aku bertersanjung
aku tertawa...
karna mereka...
karna mereka...

Sahabat sejatiku
janganlah engkau melupakan daku
walaupun langkah dirimu menjauh dari aku
ku akan mencoba mengertikan itu
sahabat sejati aku
walaupun tak selama lamanya kta bersatu
akan aku simpan didalam kalbuku
semua kenangan dan juga wajah dirimu
sahabat sejatiku
tidak akan pernahlah mengingkari janji
walaupun apapun yang trjadi
semoga engkau tetap dihati

Selalu Bersama
Sedih... sunyi... canda... tawa... kta melewati bersama
Kemana saja bagaikan tali yang tlah di ikat kuatnya, yang tak dapat di lepas
engKau menghibur ku di saat gundah dan aku hibur engkau di saat engkau membutuhkanku
Kta salinglah melengkapi satu dengan lainnya
Tpi beda
beda disaat itu
disaat waktu tak berpihak untuk kita
engKau dan ku terpisahkan
Dan akhirnya
Akhirnya engkau meninggalkan daku dngan sosokmu bayangan dirimu
Bayangan dirimu yng tak tahu dimana tubuh nya
Yng saat ini udah tak mempunyai hati dan perasaan...
Bagaikan bukan lagi sahabat aku

Menegur Dilakal Salah
Slalu hadirnya didalam kehidupan kta
Baiknya itu tersanjung maupun susah
Tidak butuh berkatakan ya pastikan mendengar
Semuanya cerita akanlah tercampurkah dengan bumbu kisah
Menegurkan dikala kita bersalah mengambilkan langkah
Menyokongkan dikala kita mengangkatkan suatu keputusan
Bertanggung jwab walaupun tak ikut menyebabkan...
Meniup hawa dikedamaian dikala kita terbalutkan didalam emosi
Dan...
Slalu seperti itu sampai takdirlah memisahkan kita...

Payungi Langkahmu
Awan menghitam membawakan kegelapan
menJatuhkan tetesan dari penyesalan
Sungguhlah sesal tak ada gunanya teman
Tidak akan pernah engkau temukan jawabannya
Awan menghilang, membawa pelangi senyuman
memBawa terangnya dari ketersanjungan
Sungguhlah, itu tak datangnya dari penyesalan
berUsahalah mengundang ketersanjungan
Maka hapuskanlah tetes penyesalan...
Marilah bersama, maju menghadapi hujan
Payungilah langkah dirimu dengan imanmu
Dan temukanlah pelangimu impian...

Persahabatan Tersakiti
ku yang rapuhnya
tertimpakan setiap bebannya perasaan
tinggalkan puing berserakan
tak ada lagi harapannya
ku menghancur kini
tlah musnahlah kepercayaan
tlah terenggutkan semuanya ketersanjungan
menyisakan sisa hidupnya yang menyedihkan
hidupnya yang menujukan kepada hancurnya
Kejujuran aku disalah artikan
kepercayaan aku dibalas penghianatan
apalah ini balasan sbuah persahabatan
ataupun ini karma disetiap kesalahan
Tak lagi bersahabat
hanyalah air mataku yang selalu mengisi hari aku
sudah lelah aku menjalani hidup
namun matiku bukanlah pilihanku
hanya pelarian yang tak pasti

Puisi Sahabat Sejatiku Sedih Di Kejauhan itulah yang dapat saya berbagi semoga saja dapat kamu berbagi kepada teman teman kamu yang sedang mendukung kamu dimana saja dan juga semoga persahabatan kamu akan terus menerus menjadi selamanya sampai akhir hayatlah yang memisahkannya.
Advertisement
Puisi Sahabatku Sejati Menjadi Cinta | Muhammad Maulana | 5