Puisi Rindu Sahabat Kampung Halaman

Advertisement
Puisi Rindu Sahabat - Mungkin kita sedang merindukan orang yang lama tidak berjumpa dan juga terkadang kita bingung mau mengutarakan kerinduan itu bagaimana caranya melalui surat, ataupun melalui pesan singkat yang kita kirim melewati hp kita. Mengutarakan kerinduan itu memang susah memerlukan pemikiran yang matang dan juga perlu kata kata yang indah agar orang yang dirindukan itu merasa bahwa dirinya dihargai dan juga disayangi oleh kita.

Kita salah satu orang yang sangat merindukan apa yang telah kita berikan bersama dengan orang yang disayangi. Dan kita akan selalu merindukan apa yang sudah kita bersama sama sahabat tercinta. Berpisah adalah jalan yang kurang baik namun itulah yang dilakukan untuk mencapai cita cita masing masing. Pada saat kalian sedang dilanda rasa rindu buatlah pusi rindu islami yang akan kalian berikan kepada orang tercinta.

Memang wajar ketika kita merindukan beberapa momen yang tidak dapat kita lupakan terutama momen pada saat kita sedang di dalam keadaan down dan kita pun dibangkitkan seorang sahabat namun kini sahabat kita jauh dikarenakan beberapa hal seperti antaranya pekerjaan, pendidikan dan juga banyak lainnya dan saya disini akan mencoba memberikan solusi buat kalian yang sedang dilanda kerinduan yang mendalam alangkah kalian kirimkan puisi rindu ayah yang sedang kalian rindukan dibawah ini.

Puisi Rindu

puisi rindu

Investasi Diri
Dulu kamu yang memulai
Memulai Sebuah Rasa Perasaan
Hingga Kita MenJalin Percintaan
Sampai Inisiatif Janji Ikatan
Tapi Kau Juga Yang Mengakhiri
Tanpa Ku Tak SetuJui
Apa Salahnya Menghargai
Untuk Investasi Diri
Ucapanmu Tak Seindah Alunan Melodi
Janjimu Tak Seindah Permata Hati
Kebohongannu Menoreh Luka Dalam Hati
Ku Renggut Hati ini
Untuk Merelakan Semua Yang Terjadi
Maaf Jika Dulu Kau Masih Dalam Lubuk hati Belum Sempat Buatmu Bahagia Lepas
Senyum Manis Seindah Sang Mentari..
( Ridwan Effendi 12.April )

Hampa Meraih Udara
Jikalau di belahkan dada aku
Akanlah nampaknya semua yang ada diangan
Adanya gunung, adanya lembah, adanya pohon dipinggir sawah
Adanya jalan setapakan menujukan rumah
Adanya kerinduanku disana...
Namun adanya juga kota lama...
Dengan gedungnya runtuhan...
Dan langitnya terbakarkan menyalakan merahnya
Adanya jua hutan rimbanya
Tempatnya nyawanya tersesatkan
Terbayangkan didalam lengkingan rusa
Yang berlari dengan kakinya terluka...
udah berkumandangkan sebelum sempatnya bersuara
Kalaulah kerinduan tidak terangkumkan di dalam dadaku
Bagaimanakah kata seakan akan terbitnya dari tiada...
Tanganku akan menghampa meraihkan kepada udara

Layu Dihatiku
Bunga aku yang tlah pergi...
engKau pernahnya tumbuh di tamankan hatiku
Harum dirimu pun masi mewangikan
Dan terciumkan sampailah sekarang
Pertanyaan nya tidak habisnya disini
Namun sampai kapankah ini terjadi...
Sampai kapankah ku merindukan dirimu
Sampai kapankah engkau tetaplah segar mewangi...
Dan tidak jadi melayu di hati daku.. Di sini...

Meradang Kalbu
Di ruangan semu membisukan
Mengintaikan kenangan lalu...
Hatiku merindukan
Pilukan
Sendukan
diSepanjang waktuku
Siang dan malam terbelenggu...
Menjalarkan meradang di dalam kalbu...

Dentingan Amor
Rembulan menata tahtanya malam
Rajutkan meritme waktu...
Pendarnya bercahaya
Benderangkan
Gemintangkan
Semaikan berkasih
Tebarkan kilaunya bersinar
Dekorkan teman sang purnamanya
Denting - denting dawaikan amor
Seperti soneta indahnya
Tentang dikau

Ku Merindu
Sempatkah
aKu merindukan
Pada dirimu yang dahulu
Terkenangkan dan tercinta
Pergi...
berLari tanpa mencari
Mata daku butakan karna cinta
Padahal rasaku ini begitulah tulusnya dan abadi...

Sebuah Arti
Lelahnya ragaku merapuh jiwa
Kakiku terseokan terpincang
Tiidak ada dayaku
Ku mengerang
Rintih daku tidak pernah di hiraukan
Bagaikan burung dimalam
Terbawakan kelamnya
Tercampakankan
engKau asik disana
Dengan megah dunianya
Aku menantikan
Merindui...
Entahlah kapan engkau kembali
Memberikan sebuah artikan
Janji suci...
Di tepati

Kemakah Angin Melayang
Akan kemanakah anginnya melayang...
Tat kala turunnya senja yang muram
kePada siapakah lagu aku angankan
Kelamnya didalam kabutnya kerinduan tertahankan
Datang lah kau berbaringkan di sisi aku
Turunnya dan berbisiknya tepatlah di samping daku
Belenggulah diseluruh tubuh dan sukma daku
Ku ingin menjeritkan didalam pelukan dirimu
Akan kemana kah berarakan awan
Bagi siapakah mataku pejamkan
Pecahnya bulan di dalam ombaknya lautan
Dahan - dahan dihati berguguran

Kerinduan Baru
Jikalau bintang - bintangnya udah tak bisa lagi menemani
Biarkanlah aku menikmati kesunyianku ini
Jikalau puisi indahku udah tidak bisa lagi mewakili perasaanku ini
Biarkanlah aku nikmati kehampaanku ini
Mungkinkah air mataku yang tulus...
Akankah lebih bermaknanya dari pada tertawa penuhnya dusta
Smoga kerinduanku ini akan segerakan ber akhir
Seiringkan aku dapatkan kerinduanku barulah yang lebih bermakna
Dan bisa membuatku bahagia

Disapa Duri Menanti
Akankah kuatnya kakiku yang melangkah
Bilanya di sapa durinya yang menantikan
Akankah kaburkah dimata yang meratapkan
kePada debunya yang pastikan menghinggap
Mengharapkan senang didalam berjuang
Bagaikan merindukan rembulan ditengah siangnya
Jalannya tidak seindah sentuhan mataku
Pangkal jauhnya hujung belumlah tiba

Puisi Rindu Sahabat Kampung Halaman di atas itu yang bisa saya bagikan buat diberikan kepada sahabat, keluarga dan juga banyak lainnya dan apabila kalian memiliki karya seperti puisi rindu ibu silahkan saya share kepada kami silahkan klik hasil karyamu dan kirim nanti saya akan post apa yang kalian share. Dan apabila masi kurang saya akan update lainnya lagi dan juga jangan lupa baca artikel yang lainnya yang tidak kalah menarik,
Advertisement
Puisi Rindu Sahabat Kampung Halaman | Muhammad Maulana | 5